MENJADI BUKAN ILALANG

Baca: MAZMUR 37:29–31


Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 17–20

Tiap saat, kita butuh informasi. Untuk tiap langkah penting (memilih karier, mau berbisnis, dll.) maupun langkah sederhana (membeli buku, makan di warung, dll.), kita butuh informasi. Bahkan untuk mendapatkan informasi pun, kita butuh informasi: mencari ke mana, apakah bisa dipercaya, dan seterusnya.

Masalahnya, tidak semua informasi yang tersedia adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Asal memercayai dan mengambil informasi yang kita jumpai akan membuat kita bagai sabut mainan gelombang: terombang-ambing kian kemari; bak ilalang ditiup angin: condong ke mana pun angin bertiup.

Mazmur 37:29–31 berbicara tentang orang yang teguh berjalan di jalan Tuhan apa pun yang terjadi. Kuncinya? "Taurat Allahnya ada di dalam hatinya" (ay. 31a). Tentu, Tuhan bisa menancapkan sabda-Nya di hati kita. Tetapi, Tuhan menghendaki agar kita sendirilah yang menanamkan sabda-Nya di hati kita: dengan sadar dan sengaja, kita mengambil dan merangkul sabda-Nya, lalu menghidupinya.

Ketika sabda Tuhan dihidupi, sabda itu menjadi prinsip yang menjaga arah hidup kita, rel yang menjauhkan kita dari tersesat, jalan yang memastikan kita tiba di tujuan yang seharusnya, tonggak kokoh tempat berpegang agar kita tidak terseret arus zaman, filter untuk menyaring informasi yang membanjiri hidup, kendali internal yang mengarahkan kita memilih keputusan yang benar, hingga langkah kita tidak goyah (ay. 31b), kita tidak lagi menjadi sabut mainan gelombang, tidak lagi menjadi ilalang mainan badai kehidupan.
-EE/www.renunganharian.net


SABDA YANG TERTANAM DALAM HATI MENJADI KENDALI INTERNAL YANG MENGARAHKAN KITA MEMILIH KEPUTUSAN YANG BENAR


Recent Comments

Navigation

Change Language

Social Media