EN ID

Renungan Harian

MENJADI SEORANG SAHABAT

09 November 2026

Baca: 1 SAMUEL 20:32-43


Bacaan tahunan: Yohanes 11-12

Daud hanyalah gembala, sedang Yonatan adalah putra mahkota. Namun, perjumpaan mereka melahirkan ikatan yang lebih kuat daripada ikatan darah: persahabatan. Hati mereka berpadu, terikat oleh kasih yang dalam dan jernih (1Sam. 18:1). Ketika raja berupaya membunuh Daud, Yonatan tak bisa tuntas menolong Daud. Namun, tak sedikit pun itu mengurangi apalagi memutus tali persahabatan mereka (ay. 42).

Apa yang kita lihat di sana?

Persahabatan bukanlah relasi yang niscaya membuat hidup orang lain menjadi lebih mudah. Persahabatan adalah ada bersama sesama dalam suka maupun duka, bahkan ketika kita tak bisa memperbesar sukacita maupun mengurangi duka yang ada. Tak semua luka memerlukan obat. Sebagian hanya butuh ditemani hingga reda dengan sendirinya. Maka, yang paling dibutuhkan dari seorang sahabat adalah hadir dengan cinta, ada bersama dengan setia.

Dalam hidup sesehari, "ada bersama" mewujud dalam hal-hal sederhana: Secangkir teh hangat yang disodorkan tanpa banyak kata. Pesan WA yang berkata, "Kamu tidak sendiri. Aku di sini." Bahkan, doa yang dinaikkan diam-diam. Persahabatan tak selalu tampak besar. Ia tumbuh di sela hal-hal kecil, dalam kesetiaan dan pengertian. Persahabatan tidak mencari keuntungan. Yang ada hanyalah totalitas hati yang tahu bahwa tiap orang butuh tempat untuk pulang, meski hanya di dalam hati seorang yang mengasihi.

Kiranya kita pun menjadi sahabat yang hadir dengan lembut, yang menghadirkan kasih Allah di tengah gemuruh maupun kesunyian hidup sesama. --EE/www.renunganharian.net
HAL YANG PALING DIBUTUHKAN DARI SEORANG SAHABAT ADALAH HADIR DENGAN CINTA, ADA BERSAMA DENGAN SETIA.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca