Renungan Harian
MURAH HATI YANG BERBEDA
27 July 2026
Apakah kita memiliki teladan hidup tentang sosok yang murah hati? Alasan apa yang membuat kita menyimpulkan bahwa orang tersebut murah hati? Sungguh indah rasanya ketika kita memiliki setidaknya satu orang yang menjadi teladan hidup bermurah hati. Tanpa sadar, kita tak hanya diberkati oleh hidupnya, tetapi juga terdorong untuk menjadi murah hati. Kondisi ini ibarat gayung bersambut karena Tuhan Yesus mengharapkan umat-Nya hidup bermurah hati, sama seperti Bapa di surga yang murah hati.
Mencermati perikop pembacaan Alkitab hari ini, kita diajarkan tentang bermurah hati dengan tingkatan yang berbeda. Alkitab LAI memberi judul "Kasihilah musuhmu", yang di dalamnya ada penjabaran bentuk kemurahan hati, antara lain berbuat baik kepada orang yang membenci, meminta berkat bagi orang yang mengutuk, hingga mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kita (ay. 27-28). Ada pula ajaran agar tidak membalas ketika disakiti atau membiarkan milik kita diambil tanpa berniat memintanya (ay. 29-30). Memikirkan empat ayat ini saja mungkin dapat membuat kita berkomentar, "Ternyata hidup murah hati sebagai pengikut Kristus sama sekali tidak mudah!"
Memang tidak mudah, tetapi kabar baiknya, Bapa Surgawi tak hanya meneladankan kemurahan hati, tetapi juga memberikan Roh Penolong, yang akan memampukan kita untuk hidup bermurah hati. Mari hidupi karakter Ilahi ini, tak hanya sebagai ungkapan syukur kita, tetapi sebagai sarana untuk kita menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang semakin diwarnai egoisme ini. --GHJ/www.renunganharian.net
Mencermati perikop pembacaan Alkitab hari ini, kita diajarkan tentang bermurah hati dengan tingkatan yang berbeda. Alkitab LAI memberi judul "Kasihilah musuhmu", yang di dalamnya ada penjabaran bentuk kemurahan hati, antara lain berbuat baik kepada orang yang membenci, meminta berkat bagi orang yang mengutuk, hingga mendoakan orang yang berbuat jahat kepada kita (ay. 27-28). Ada pula ajaran agar tidak membalas ketika disakiti atau membiarkan milik kita diambil tanpa berniat memintanya (ay. 29-30). Memikirkan empat ayat ini saja mungkin dapat membuat kita berkomentar, "Ternyata hidup murah hati sebagai pengikut Kristus sama sekali tidak mudah!"
Memang tidak mudah, tetapi kabar baiknya, Bapa Surgawi tak hanya meneladankan kemurahan hati, tetapi juga memberikan Roh Penolong, yang akan memampukan kita untuk hidup bermurah hati. Mari hidupi karakter Ilahi ini, tak hanya sebagai ungkapan syukur kita, tetapi sebagai sarana untuk kita menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang semakin diwarnai egoisme ini. --GHJ/www.renunganharian.net
DALAM KEMURAHAN HATI UMAT-NYA, DUNIA SEDANG DIKENALKAN TENTANG BAPA SURGAWI YANG MURAH HATI.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.