Renungan Harian
NYANYIAN BARU
06 September 2026
Berkali-kali saya mendengar keluhan dari beberapa jemaat terhadap lagu-lagu baru yang dinyanyikan di dalam kebaktian yang mereka ikuti. Mereka merasa asing dengannya sehingga tidak dapat turut menyanyikannya. Mereka lebih senang jika hanya akan menyanyikan lagu yang sudah terbiasa mereka dengar. Apakah ini adalah bagian dari pengalaman Anda? Bagaimanakah sebaiknya kita menyikapinya?
Ketika pemazmur mendorong kita untuk menyanyikan nyanyian baru, itu tidak selalu merujuk kepada lagu yang baru saja digubah atau diciptakan seseorang. Namun, nyanyian baru juga merupakan ekspresi atau sikap hati dari orang-orang yang mempunyai pengalaman baru dengan Allah atas pribadi-Nya, berkat, serta pemeliharaan-Nya. Jadi, bisa saja kita menyanyikan lagu lama dengan sikap hati yang baru, yang dipenuhi syukur karena telah kembali menyaksikan kebaikan Tuhan.
Nyanyian adalah salah satu media untuk mengungkapkan pujian, syukur, doa, dan harapan kita kepada Tuhan. Namun, nyanyian juga dapat menjadi media pengajaran bagi umat Tuhan. Karenanya, selayaknyalah kita terbuka dengan nyanyian baru, asalkan isinya berlandaskan firman Tuhan. Namun, jika kita diberi tanggung jawab untuk memilih nyanyian yang akan dilagukan dalam ibadah bersama, kita juga perlu memperhitungkan kemampuan bernyanyi seluruh jemaat. Agar seluruh umat Tuhan dapat dituntun mengalami perjumpaan dengan Dia melalui setiap lirik yang diungkapkan dalam lagu tersebut. Dengan demikian, nyanyian itu sendiri akan memberikan kita pengalaman baru untuk mengungkapkan pertobatan, komitmen, atau rasa syukur kita kepada Tuhan. --HT/www.renunganharian.net
Ketika pemazmur mendorong kita untuk menyanyikan nyanyian baru, itu tidak selalu merujuk kepada lagu yang baru saja digubah atau diciptakan seseorang. Namun, nyanyian baru juga merupakan ekspresi atau sikap hati dari orang-orang yang mempunyai pengalaman baru dengan Allah atas pribadi-Nya, berkat, serta pemeliharaan-Nya. Jadi, bisa saja kita menyanyikan lagu lama dengan sikap hati yang baru, yang dipenuhi syukur karena telah kembali menyaksikan kebaikan Tuhan.
Nyanyian adalah salah satu media untuk mengungkapkan pujian, syukur, doa, dan harapan kita kepada Tuhan. Namun, nyanyian juga dapat menjadi media pengajaran bagi umat Tuhan. Karenanya, selayaknyalah kita terbuka dengan nyanyian baru, asalkan isinya berlandaskan firman Tuhan. Namun, jika kita diberi tanggung jawab untuk memilih nyanyian yang akan dilagukan dalam ibadah bersama, kita juga perlu memperhitungkan kemampuan bernyanyi seluruh jemaat. Agar seluruh umat Tuhan dapat dituntun mengalami perjumpaan dengan Dia melalui setiap lirik yang diungkapkan dalam lagu tersebut. Dengan demikian, nyanyian itu sendiri akan memberikan kita pengalaman baru untuk mengungkapkan pertobatan, komitmen, atau rasa syukur kita kepada Tuhan. --HT/www.renunganharian.net
KASIH DAN RAHMAT-NYA BARU TIAP HARI MAKA HATI KITA PUN DIPERBARUI UNTUK SENANTIASA MEMUJI DAN MEMULIAKAN NAMA-NYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.