Renungan Harian
PENJAGA ANAKKU
04 October 2026
Bermain di taman dan berlari dari depan rumah sampai ujung gang adalah dua kegiatan yang biasa dilakukan anak kami pada saat berumur empat tahun. Sebagai ayah, selama saya berada di dekatnya, saya menjaganya. Pernah saya kejar dan tangkap dia ketika dia asyik berlari sambil melihat ke belakang, dan nyaris tertabrak motor. Pernah saya pegang dan tarik tangannya karena ia hendak memukul temannya. Anak saya marah, tapi setelah kemarahannya reda, saya memberi tahu kenapa saya menghentikannya.
Karena mengasihi seseorang, pasti kita menjaganya dan mau dia selamat. Kita menegur, melarang, atau menghentikannya saat tahu rencana atau aksinya bisa membuatnya celaka. Hal itu berlaku juga untuk saudara seiman, sayangnya tidak semua kita mau melakukannya dengan dalih tak mau konflik, itu bukan urusanku, dia harusnya tahu, atau kita egois. Daud adalah raja yang dekat dengan Tuhan, tapi Daud melakukan perbuatan yang sangat menista Tuhan (ay. 14). Natan memperingatkan Daud sehingga dia menyesal. Tidak mudah berada di posisi Natan, dia harus memperingatkan raja yang sangat berkuasa. Risikonya dia bisa dibunuh seperti Uria, tapi Natan tetap memperingatkan Daud.
Hari ini, jikalau kita tahu ada saudara seiman berbuat dosa, dengan pertolongan Roh Kudus kita harus memimpinnya ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut. Jangan sampai saudara kita makin terjerumus dalam dosa, karena kita takut konflik atau berpura-pura tidak tahu. Kita sendiri harus menjaga diri sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. --RTG/www.renunganharian.net
Karena mengasihi seseorang, pasti kita menjaganya dan mau dia selamat. Kita menegur, melarang, atau menghentikannya saat tahu rencana atau aksinya bisa membuatnya celaka. Hal itu berlaku juga untuk saudara seiman, sayangnya tidak semua kita mau melakukannya dengan dalih tak mau konflik, itu bukan urusanku, dia harusnya tahu, atau kita egois. Daud adalah raja yang dekat dengan Tuhan, tapi Daud melakukan perbuatan yang sangat menista Tuhan (ay. 14). Natan memperingatkan Daud sehingga dia menyesal. Tidak mudah berada di posisi Natan, dia harus memperingatkan raja yang sangat berkuasa. Risikonya dia bisa dibunuh seperti Uria, tapi Natan tetap memperingatkan Daud.
Hari ini, jikalau kita tahu ada saudara seiman berbuat dosa, dengan pertolongan Roh Kudus kita harus memimpinnya ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut. Jangan sampai saudara kita makin terjerumus dalam dosa, karena kita takut konflik atau berpura-pura tidak tahu. Kita sendiri harus menjaga diri sehingga tidak jatuh dalam pencobaan. --RTG/www.renunganharian.net
MEMPERINGATKAN SAUDARA SEIMAN YANG BERBUAT DOSA DAN MEMIMPINNYA KE JALAN YANG BENAR ADALAH BUKTI KITA MENGASIHINYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.