Renungan Harian
PENYESAT
11 October 2026
Suatu kali, Hena mengunggah foto dan video liburannya selama satu minggu di Bali. Dalam sehari, ia bisa mengunggah berkali-kali. Melihat unggahan itu, salah seorang teman mengomentarinya secara langsung. "Kamu pede mengunggah foto seneng-seneng sementara teman kita baru kehilangan pekerjaan?" "Lah, apa salahnya? Aku pergi dengan uangku sendiri, nggak minta sama dia. Lagipula media sosial memang buat pamer kan? Kalau nggak kuat lihat postingan orang lain, ya jangan main medsos!"
Kadang, kita tidak berpikir jauh tentang dampak dari perkataan dan perbuatan kita. Asal kita senang, maka lakukan. Malangnya, tubuh yang pada hakikatnya baik dan seharusnya digunakan sebagai alat kebaikan sering kali justru menjadi jerat karena kejahatan hati kita. Termasuk tindakan remeh yang ternyata berdampak buruk bagi orang lain. Perkataan dan perbuatan kita dapat menjadi batu sandungan, menyesatkan orang lain, bahkan menyebabkan mereka berbuat dosa.
Sebuah kesalahan, meski tampak kecil, bisa menjadi benih penyesatan. Sebab hidup kita dibaca orang lain, bahkan gaungnya akan lebih keras dibanding khotbah apa pun. Padahal, bukankah semestinya hidup orang percaya senantiasa mencerminkan kesaksian yang memuliakan Allah? Karena itu, Yesus mengingatkan supaya jangan sampai kita menjadi penyesat yang berpotensi membawa orang lain terjatuh dalam dosa. Yesus rindu terang kita bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik. Sehingga melalui itu, mereka memuliakan Tuhan (bdk. Mat. 5:16). --EBL/www.renunganharian.net
Kadang, kita tidak berpikir jauh tentang dampak dari perkataan dan perbuatan kita. Asal kita senang, maka lakukan. Malangnya, tubuh yang pada hakikatnya baik dan seharusnya digunakan sebagai alat kebaikan sering kali justru menjadi jerat karena kejahatan hati kita. Termasuk tindakan remeh yang ternyata berdampak buruk bagi orang lain. Perkataan dan perbuatan kita dapat menjadi batu sandungan, menyesatkan orang lain, bahkan menyebabkan mereka berbuat dosa.
Sebuah kesalahan, meski tampak kecil, bisa menjadi benih penyesatan. Sebab hidup kita dibaca orang lain, bahkan gaungnya akan lebih keras dibanding khotbah apa pun. Padahal, bukankah semestinya hidup orang percaya senantiasa mencerminkan kesaksian yang memuliakan Allah? Karena itu, Yesus mengingatkan supaya jangan sampai kita menjadi penyesat yang berpotensi membawa orang lain terjatuh dalam dosa. Yesus rindu terang kita bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatan kita yang baik. Sehingga melalui itu, mereka memuliakan Tuhan (bdk. Mat. 5:16). --EBL/www.renunganharian.net
JADILAH BERKAT, BUKAN PENYESAT KARENA KESELAMATAN BERARTI KESAKSIAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.