SEHARUSNYA MENJADI PENGAJAR

Baca: Ibrani 5:11-14

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari perkataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. (Ibrani 5:12)


Bacaan tahunan: Matius 27-28

Ketika pertama kali mengenal Kristus, saya didorong oleh pembimbing rohani saya untuk mengikuti kelas pemuridan, supaya saya dapat dibina dan bertumbuh kokoh sebagai murid Kristus. Tujuannya, suatu saat nanti saya juga dapat menolong dan mengajar orang lain untuk bertumbuh sebagai murid Kristus.

Menyimak bagaimana kehidupan jemaat di Ibrani, penulis kitab ini memiliki kegelisahan yang besar seputar bagaimana orang-orang di Ibrani menjalani kehidupan iman mereka. Kegelisahan yang berubah menjadi peringatan keras. Apabila dilihat dari sisi lamanya mereka telah percaya dan bertumbuh di dalam Kristus, semestinya mereka telah ada di tahapan sebagai pengajar (ay. 12). Kenyataannya, mereka malah diumpamakan seperti bayi yang belum mampu mengecap makanan-makanan keras. Maksudnya, mereka lebih senang diajar daripada bertanggung jawab mengajar; mereka senang dibimbing, tapi enggan membimbing orang lain; mereka senang dengan makanan rohani yang lunak tanpa ada usaha menyelidiki kebenaran yang ada di dalam kitab suci. Akibatnya, mereka tak bisa mengenali kebenaran dengan baik.

Bagaimana kondisi pertumbuhan rohani kita saat ini? Berapa usia kehidupan rohani kita? Kita perlu berdoa lebih sungguhsungguh, apakah pertumbuhan rohani kita saat ini sejalan dengan tanggung jawab kita di dalam tubuh Kristus? Apakah kita berfungsi sebagai mana mestinya sebagai orang yang dewasa rohani: mengajar, memuridkan, membimbing orang lain, dan sebagainya? --Go Hok Jin /Renungan Harian


PERTUMBUHAN ROHANI BUKANLAH PILIHAN, MELAINKAN PERKEMBANGAN WAJAR DALAM HIDUP SETIAP ORANG PERCAYA.


Navigation

Change Language

Social Media