SIAPA LEBIH HEBAT?

Baca: IMAMAT 19:1-4


Bacaan tahunan: Matius 13-14

Komputer Deep Blue mengalahkan juara dunia catur dari Rusia, Garry Kasparov, pada 1997. Itu berita kuno. Yang baru ialah, pada 2017 program juara catur 2016, Stockfish 8, dikalahkan oleh program Google AlphaZero. Tarung sesama program komputer. Dahsyatnya, sang pemenang baru belajar catur 4 jam dari yang seharusnya 9 jam, sementara lawannya adalah kumpulan dari jutaan strategi manusia, yakni para pecatur jawara, selama berabad-abad. Siapa lebih hebat: manusia atau komputer ciptaannya?

Ketika hukum Tuhan melalui Musa dibuat, disampaikan, diajarkan, dan diajarkan ulang, yang dimaksud berhala ialah patung-patung buatan tangan manusia yang kemudian disembah manusia (Kel. 20:4-5, 32:2-4; Yes. 46:5-7). Artinya, manusia ditundukkan oleh buatannya sendiri. Meski zaman terus berubah, namun keseriusan peringatan akan hal pemberhalaan ini tak pernah pudar (Yes. 46:5-7), bahkan hingga akhir zaman (Why. 13:14, 21:8). Mengapa? Sebab segala produk ciptaan manusia, termasuk teknologi, selalu berpotensi untuk membuat manusia takluk dan bergantung padanya sambil diam-diam menyingkirkan Tuhan dari hidupnya.

Tentu kita bersyukur akan manfaat dari kemajuan pesat teknologi informasi masa kini dan mendatang bagi kehidupan kita. Namun, cermati dampaknya pula pada ketergantungan kita padanya. Betapa perangkat intelegensia buatan sepertinya mampu menjawab aneka pertanyaan: mulai dari pengetahuan umum, prospek bisnis, kondisi kesehatan, rute jalan, hingga mengenali karakter dan peluang perjodohan. Jika tak kritis dan waspada, hati-hati jangan sampai terbesit dalam pikiran kita bahwa Tuhan tak lagi kita perlukan. --PAD/www.renunganharian.net


PERUBAHAN ZAMAN TAK MENGHAPUS KERINDUAN MANUSIA UNTUK MENYEMBAH, TINGGAL SIAPA YANG DISEMBAH: TUHAN ATAU BERHALA?


Navigation

Change Language

Social Media