SIAPA YANG BUTA?

Baca: YOHANES 9


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 18-20

Sesaat setelah Yesus mencelikkan mata orang buta, orang-orang Farisi terus-menerus menginterogasinya. Tidak sekali mereka bertanya, "Bagaimana matamu menjadi melek?" Ia pun menjelaskan bagaimana Yesus mengoleskan adukan tanah ke matanya, lalu ia membasuh dirinya dan sekarang dapat melihat. Masih tidak percaya, mereka memanggil orang tuanya untuk memastikan kebenaran itu.

Betapa menyedihkan mengetahui orang-orang Farisi, sekalipun melihat karya Allah dinyatakan di depan mata, mereka tidak juga mau percaya. Padahal, orang yang tadinya buta itu, walaupun tidak melihat Yesus, mau percaya kepada pekerjaan-pekerjaan Allah (ay. 31-33). Siapa sebenarnya yang buta? Sadar atau tidak, kita pun sering kali bertindak seperti orang-orang Farisi. Mata rohani kita seolah tertutup kepada pekerjaan-pekerjaan Allah. Kita tahu Allah Mahakuasa, tetapi begitu persoalan datang, kita tidak percaya Dia mampu memberi jalan keluar. Kita tahu Allah adalah Sang Penyembuh, tetapi kita tidak yakin Dia menyembuhkan penyakit kita. Kita tahu karya pengorbanan Yesus sudah menyelamatkan kita dari maut, tetapi kita masih hidup di dalam ketakutan dan penghakiman. Kita tahu Allah mengasihi, tetapi tidak yakin Dia merancangkan damai sejahtera bagi kehidupan kita.

Sekiranya ada di antara kita masih hidup dalam "kebutaan", Allah rindu mencelikkan mata kita. Bukan hanya mengenal Pribadi-Nya, kita dibawa untuk melihat pekerjaan-pekerjaan-Nya yang luar biasa dinyatakan dalam kehidupan kita dan orang-orang di sekitar kita. Mulai saat ini, jangan mau menjadi buta! Terhadap kasih dan kuasa Allah, mari kita memercayainya! --LIN/www.renunganharian.net


BAGI SETIAP KITA YANG MENGAKUI ALLAH ITU MAHAKUASA, JANGAN SAMPAI MENJADI "BUTA" LALU TIDAK PERCAYA AKAN AJAIBNYA PEKERJAAN-NYA.


Navigation

Change Language

Social Media