SIMBOL PENGORBANAN

Baca: Kisah Para Rasul 20:17-27


Bacaan tahunan: 2 Raja-raja 14-15

Dalam seni religius, burung Pelikan digambarkan sebagai simbol tentang pengorbanan diri. Sekalipun beberapa informasi menyebut bahwa burung Pelikan termasuk burung yang malas, yang tampak dari caranya berburu ikan yang terlihat tanpa semangat. Tetapi ada hal positif yang selalu dilakukannya! Burung Pelikan menjadi simbol pengorbanan karena ujung paruh mereka yang berwarna merah. Konon, bila ibu Pelikan tidak mendapatkan makanan untuk anaknya, ia akan menusukkan paruhnya ke dalam dadanya dan memberikan darahnya sendiri untuk anaknya.

Berbicara tentang pengorbanan diri, kita diingatkan pada gereja mula-mula dalam memandang apa yang telah diperbuat Kristus kepada umat manusia. Demi kasih-Nya yang besar dan demi menyelamatkan umat-Nya dari hukuman kekal, Ia telah mengorbankan diri-Nya dengan tubuh bersimbah darah. Darah itu pula yang menyelamatkan manusia berdosa dari kegelapan menuju terang-Nya yang ajaib. Pengorbanan Kristus pula yang memberi kita contoh bagaimana seharusnya umat-Nya berbuat kepada sesama. Dan Rasul Paulus pun telah menunjukkan sikap memberi diri atau pengorbanan diri semacam ini dalam ucapan perpisahannya dengan jemaat Efesus (ay. 24).

Sejujurnya, hakikat kita sebagai orang berdosa membuat kita lebih cenderung memiliki sifat tamak daripada sikap rela berkorban. Namun hari ini, kiranya pemberian diri Kristus mendorong hati kita untuk menyatakan kasih yang sama kepada sesama yaitu mempraktikkan kasih yang rela memberi dan berkorban bagi sesama. --SYS/www.renunganharian.net


KASIH ALLAH SELALU MENDORONG DIRI KITA UNTUK MEMBERI DIRI DAN BERKORBAN DEMI KEBAHAGIAAN ORANG LAIN.


Navigation

Change Language

Social Media