Renungan Harian
TIDAK TERJADI APA-APA
19 October 2026
Seorang ayah mengajak putra kecilnya bertanam biji kacang hijau. Biji bertunas, lalu besok paginya kelihatan batangnya. Besok paginya lagi, batang semakin tinggi dan muncul dua helai daun. Pagi ini, putra kecilnya sedih mengira tanamannya sudah mati karena tidak terjadi apa-apa. Sembari mengelus rambutnya, ayahnya berkata, "Nak, kau lihatlah lagi tanaman itu besok pagi."
Tidak terjadi apa-apa pada tanaman bukan berarti tanaman itu mati. Ia masih bertumbuh, hanya pada bagian yang tidak jelas tertangkap mata, seperti perbesaran batang atau pelebaran daun. Sama halnya kehidupan kita. Tidak terjadi apa-apa bukan berarti Tuhan berhenti bekerja. Tangan-Nya masih cekatan melakukan sesuatu, hanya hasilnya belum kentara. Menengok pengalaman Yusuf akan menjadikan kita lebih paham. Sesudah memberikan makna mimpi kepada kepala juru roti dan kepala juru minuman raja, Yusuf tidak melihat suatu perubahan pada situasinya. Ia masih harus mendekam dalam liang tutupan. Tepatnya, ia telah dilupakan oleh sang kepala juru minuman yang jabatannya dipulihkan (Kej. 40:8-19, 23). Tengoklah dua tahun kemudian, ia dipanggil ke istana untuk memaknai mimpi Firaun, sang raja (ay. 14). Selanjutnya, ia dinobatkan sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41).
Ternyata selama dua tahun, Tuhan bekerja mendandani karakter Yusuf. Alhasil, ketika keluar dari penjara, Yusuf rendah hati mengakui kemahakuasaan Allah dan rela hati mengampuni saudara-saudaranya (ay. 16; Kej. 45:4-5). Entah bagian mana dalam kehidupan kita yang Tuhan kerjakan pada saat ini, yang jelas Dia terus berkarya untuk pada akhirnya mendatangkan sebuah kebaikan. Maka jangan kita kecewa sekiranya tidak terjadi apa-apa sesudah kita berdoa. --LIN/www.renunganharian.net
Tidak terjadi apa-apa pada tanaman bukan berarti tanaman itu mati. Ia masih bertumbuh, hanya pada bagian yang tidak jelas tertangkap mata, seperti perbesaran batang atau pelebaran daun. Sama halnya kehidupan kita. Tidak terjadi apa-apa bukan berarti Tuhan berhenti bekerja. Tangan-Nya masih cekatan melakukan sesuatu, hanya hasilnya belum kentara. Menengok pengalaman Yusuf akan menjadikan kita lebih paham. Sesudah memberikan makna mimpi kepada kepala juru roti dan kepala juru minuman raja, Yusuf tidak melihat suatu perubahan pada situasinya. Ia masih harus mendekam dalam liang tutupan. Tepatnya, ia telah dilupakan oleh sang kepala juru minuman yang jabatannya dipulihkan (Kej. 40:8-19, 23). Tengoklah dua tahun kemudian, ia dipanggil ke istana untuk memaknai mimpi Firaun, sang raja (ay. 14). Selanjutnya, ia dinobatkan sebagai penguasa atas seluruh tanah Mesir (Kej. 41:41).
Ternyata selama dua tahun, Tuhan bekerja mendandani karakter Yusuf. Alhasil, ketika keluar dari penjara, Yusuf rendah hati mengakui kemahakuasaan Allah dan rela hati mengampuni saudara-saudaranya (ay. 16; Kej. 45:4-5). Entah bagian mana dalam kehidupan kita yang Tuhan kerjakan pada saat ini, yang jelas Dia terus berkarya untuk pada akhirnya mendatangkan sebuah kebaikan. Maka jangan kita kecewa sekiranya tidak terjadi apa-apa sesudah kita berdoa. --LIN/www.renunganharian.net
SAAT MATA TAK MELIHAT PERUBAHAN APA-APA, TETAPLAH PERCAYA BAHWA DIA SEDANG MENGERJAKAN KEBAIKAN DALAM HIDUP KITA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.