Renungan Harian
TUNTUNAN TUHAN
22 July 2026
Ketika membaca firman Tuhan hari ini, Saya mendapati bahwa Rut adalah sosok perempuan yang berani dan tangguh. Setelah kematian suaminya, ia mengambil keputusan berani untuk meninggalkan tanah kelahirannya di Moab dan mengikuti mertuanya, Naomi, ke Betlehem. Sejatinya, ia tidak tahu apa yang menantinya di sana, tidak ada jaminan hidup, dan tidak tahu apakah latar belakangnya dari bangsa asing akan diterima di Israel. Namun, di tengah ketidakpastian itu, Rut hanya belajar percaya bahwa Allah yang disembah Naomi juga akan menjadi Allahnya.
Ketika Rut mulai memunguti butiran gandum yang tercecer di tanah, tanpa disadarinya, Tuhan sedang menuntunnya ke ladang milik Boas, seorang pria baik hati yang kelak menjadi alat Tuhan untuk menopang dan memberkati hidupnya. Boas melihat ketulusan dan kesetiaan Rut! Melalui kemurahannya, Allah menunjukkan penyertaan dan kesetiaan-Nya.
Pengalaman Rut mengajarkan bahwa langkah iman yang disertai kesetiaan tidak pernah luput dari perhatian Allah. Saya merenungkan, jalan hidup kita mungkin seperti Rut. Kita memutuskan meninggalkan tempat nyaman, berjalan dalam ketidakpastian, dan bertanya-tanya apakah Tuhan masih memperhatikan. Meneladani Rut, kita diajak untuk tetap setia dan percaya bahwa di balik setiap langkah iman, ada tangan Tuhan yang menopang melalui cara-cara yang tidak terpikirkan. Allah sanggup bekerja melalui orang-orang di sekitar kita, membuka jalan, dan menyediakan apa yang kita butuhkan di saat yang tepat. --SYS/www.renunganharian.net
Ketika Rut mulai memunguti butiran gandum yang tercecer di tanah, tanpa disadarinya, Tuhan sedang menuntunnya ke ladang milik Boas, seorang pria baik hati yang kelak menjadi alat Tuhan untuk menopang dan memberkati hidupnya. Boas melihat ketulusan dan kesetiaan Rut! Melalui kemurahannya, Allah menunjukkan penyertaan dan kesetiaan-Nya.
Pengalaman Rut mengajarkan bahwa langkah iman yang disertai kesetiaan tidak pernah luput dari perhatian Allah. Saya merenungkan, jalan hidup kita mungkin seperti Rut. Kita memutuskan meninggalkan tempat nyaman, berjalan dalam ketidakpastian, dan bertanya-tanya apakah Tuhan masih memperhatikan. Meneladani Rut, kita diajak untuk tetap setia dan percaya bahwa di balik setiap langkah iman, ada tangan Tuhan yang menopang melalui cara-cara yang tidak terpikirkan. Allah sanggup bekerja melalui orang-orang di sekitar kita, membuka jalan, dan menyediakan apa yang kita butuhkan di saat yang tepat. --SYS/www.renunganharian.net


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.