Alkitab, Renungan Harian, Ayat Emas, Pujian...
Baca: IBRANI 12:1-17
Bacaan tahunan: 1 Tawarikh 25-27
Hak kesulungan melambangkan berkat rohani dan tanggung jawab kepemimpinan keluarga. Namun, Esau rela menjualnya kepada Yakub demi sepiring makanan. Ia tidak berpikir panjang dengan mempertimbangkan dampaknya. Ia hanya berpikir perkara duniawi, mengutamakan kenikmatan sesaat. Karena itu penulis kitab Ibrani membahasakan tindakan Esau ini dengan istilah cabul. Sebab, Esau mencemari atau menghina hal-hal rohani, tidak hormat terhadap kekudusan. Pilihannya yang gegabah itu pun membawa penyesalan mendalam tetapi tidak dapat dipulihkan. Dalam kemarahannya, Esau dendam terhadap Yakub, dan rusaklah kesatuan mereka sebagai keluarga.
Kisah Esau ini menjadi peringatan supaya kita jangan kehilangan anugerah Allah. Bukan berarti bahwa Allah mencabut keselamatan secara sewenang-wenang. Namun, respons kita yang gagal hidup dalam kasih karunia Allah itulah yang dapat membuat kita kehilangan anugerah-Nya. Dengan kata lain, kita dapat kehilangan kasih karunia Allah karena sikap hati kita sendiri yang menjauh, mengabaikan, atau menolaknya dengan berlaku dosa, memendam kepahitan dan hidup dalam ketidaktaatan.
Kita harus senantiasa waspada, berjaga-jaga terhadap hal-hal kecil dalam hati, yang berpotensi merusak. Kita perlu membersihkan hati secara rutin dari luka atau kepahitan yang belum beres. Cepat berdamai dan melepaskan pengampunan, supaya tidak berkembang menjadi akar pahit. Sebab akar pahit tidak hanya merusak diri-sendiri, melainkan dapat menjalar kepada orang lain, menghasilkan pertengkaran dan perpecahan. --EBL/www.renunganharian.net
LIBATKANLAH TUHAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN SUPAYA JANGAN BERAKHIR PADA PENYESALAN YANG TAK TERPULIHKAN.
Please sign-in/login using: