Gita Bakti · No. 93
HAI ANAK INSAN
- Komposer
- Abraham Ferdinandus 2009
- Penulis
- Abraham Ferdinandus 2009
- Nada dasar
- 1=Bes 4/4
1.
Hai anak insan, mengapa kau dibaptis
dengan air di kepala?
Itu tandanya dirimu dibersihkan;
dosa-dosamu lenyaplah.
2.
Makna baptisan adalah kau bersatu
dengan Tuhan Yesus Kristus.
Kau disatukan dengan kematian-Nya
dan dengan kebangkitan-Nya.
3.
Makna baptisan adalah kau terima
meterai keselamatan.
Kini 'kau jadi pewaris Kerajaan
dan menjadi milik Kristus.
4.
Makna Baptisan adalah kau menjadi
anggota jemaat Tuhan,
yang bersehati, bersaksi, melayani,
ikut membangun jemaat.
5.
Yang dibaptiskan adalah yang percaya
dan mengaku: “Yesus, Tuhan!”
Pengakuannya terucap di bibirnya
dan hatinya mengaminkan.
6.
Sahnya baptisan, bukannya diselamkan;
atau hanya dipercikkan.
Sahnya baptisan: di dalam nama Bapa
dan Putra dan Rohulkudus.
7.
Baptisan kudus hanyalah satu kali
dan berlaku selamanya.
Yang sudah baptis jangan dibaptis lagi;
itulah akta Gereja.
8.
Hai anak insan hendaklah 'kau dibaptis
di hadapan umat Tuhan;
anak kecil atau pun orang dewasa,
bawalah kepada Tuhan.
Hai anak insan, mengapa kau dibaptis
dengan air di kepala?
Itu tandanya dirimu dibersihkan;
dosa-dosamu lenyaplah.
2.
Makna baptisan adalah kau bersatu
dengan Tuhan Yesus Kristus.
Kau disatukan dengan kematian-Nya
dan dengan kebangkitan-Nya.
3.
Makna baptisan adalah kau terima
meterai keselamatan.
Kini 'kau jadi pewaris Kerajaan
dan menjadi milik Kristus.
4.
Makna Baptisan adalah kau menjadi
anggota jemaat Tuhan,
yang bersehati, bersaksi, melayani,
ikut membangun jemaat.
5.
Yang dibaptiskan adalah yang percaya
dan mengaku: “Yesus, Tuhan!”
Pengakuannya terucap di bibirnya
dan hatinya mengaminkan.
6.
Sahnya baptisan, bukannya diselamkan;
atau hanya dipercikkan.
Sahnya baptisan: di dalam nama Bapa
dan Putra dan Rohulkudus.
7.
Baptisan kudus hanyalah satu kali
dan berlaku selamanya.
Yang sudah baptis jangan dibaptis lagi;
itulah akta Gereja.
8.
Hai anak insan hendaklah 'kau dibaptis
di hadapan umat Tuhan;
anak kecil atau pun orang dewasa,
bawalah kepada Tuhan.
Matius 28:18-20

