EN ID

Renungan Harian

KANAK-KANAK DI DALAM KITA

23 July 2026

Baca: EFESUS 6:1-4


Bacaan tahunan: Amsal 30-31

"Hai, Bapak-bapak, janganlah bangkitkan kemarahan anak-anakmu." Peringatan ini tentu tak hanya untuk ayah, tetapi untuk ayah dan ibu, serta semua pihak yang menjalankan peran orang tua. Hal yang dilarang pun tak hanya hal-hal yang memicu kemarahan anak, tetapi semua kesalahan dalam mengasuh anak (terlalu protektif, otoriter, terlalu longgar, dll.). Dengan kata lain, Rasul Paulus mengingatkan, "Jangan salah mendidik anak."

Mengapa peringatan seperti itu perlu?

"Most of us become parents long before we have stopped being children, " kata Mignon McLaughlin, jurnalis dan penulis dari Amerika. Kebanyakan kita menjadi orang tua jauh sebelum kita berhenti menjadi kanak-kanak. Ketika kita menjadi orang tua, kita belum matang, masih membawa perangai kanak-kanak: ingin menang sendiri, merasa selalu benar, menolak koreksi, ingin selalu dituruti, dll. Peluang kita melakukan salah asuh sungguh sangat besar.

Dalam hal ini, Rasul Paulus tidak mengecam orang tua dalam mendidik anak. Dia mengingatkan, "Jangan salah mendidik anak." Namun, dia kemudian justru memberi tugas, "Didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan." Rasul Paulus tahu bahwa menjadi orang tua bukanlah puncak kedewasaan, melainkan bagian dari proses menuju kedewasaan itu sendiri. Sambil dan karena mengasuh anak, orang tua tumbuh makin dewasa. Oleh karena itu, para orang tua tetap dipercayai untuk mengasuh anak.

Sungguh, kita patut mengasuh anak dengan segenap hati dan penuh tanggung jawab. Itu wujud syukur dan hormat kita kepada Tuhan yang berkenan tetap memercayai kita. --EE/www.renunganharian.net
MOST OF US BECOME PARENTS LONG BEFORE WE HAVE STOPPED BEING CHILDREN.-MIGNON MCLAUGHLIN

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca