Renungan Harian
OBSESI SANG PENYIHIR
25 August 2026
Simon dari Samaria sudah lama menjadi pusat perhatian dan ia menikmatinya. Ia telah mempraktikkan sihir sejak lama, dan seluruh penduduk Samaria takjub melihatnya. Mereka mengikuti serta memuji-mujinya. Hingga suatu hari Filipus, salah satu pengikut Yesus, datang ke Samaria lalu memberitakan Injil. Banyak penduduk Samaria menjadi percaya dan dibaptis, termasuk Simon sang penyihir. Bahkan Simon selalu bersama Filipus serta menyaksikan berbagai mukjizat yang diperbuatnya.
Kemudian Rasul Petrus dan Yohanes datang ke Samaria serta melengkapi apa yang masih kurang dari pengajaran Filipus. Saat kedua rasul itu menumpangkan tangan ke atas orang-orang Samaria, Roh Kudus pun tercurah ke atas mereka. Simon terpesona melihatnya. Ia pun menginginkan kuasa yang demikian. Mungkin ia berpikir bahwa para rasul itu memiliki ilmu sihir tingkat tinggi, dan ia terobsesi untuk memperolehnya. Ia menawarkan sejumlah uang agar ia memiliki kuasa itu. Lalu Rasul Petrus menegurnya dengan sangat keras serta memintanya bertobat. Syukurnya, Simon mendengarkan teguran itu.
Ketika seseorang melihat suatu pengalaman iman, ia bisa saja memahaminya secara berbeda serta mengaitkannya dengan pengalamannya di masa lalu. Itulah sebabnya diperlukan pengajaran yang benar sesuai firman Tuhan agar mereka tidak menafsirkannya secara sembarangan. Perlu diberikan penjelasan yang membuat mereka mengerti apa yang sedang terjadi. Tanpa memahami ajaran yang benar, seseorang dapat melenceng dari firman Tuhan serta tersesat. Karenanya, kita sungguh-sungguh perlu belajar, juga mengerti serta mengajarkan pemahaman yang benar seturut firman-Nya. --HT/www.renunganharian.net
Kemudian Rasul Petrus dan Yohanes datang ke Samaria serta melengkapi apa yang masih kurang dari pengajaran Filipus. Saat kedua rasul itu menumpangkan tangan ke atas orang-orang Samaria, Roh Kudus pun tercurah ke atas mereka. Simon terpesona melihatnya. Ia pun menginginkan kuasa yang demikian. Mungkin ia berpikir bahwa para rasul itu memiliki ilmu sihir tingkat tinggi, dan ia terobsesi untuk memperolehnya. Ia menawarkan sejumlah uang agar ia memiliki kuasa itu. Lalu Rasul Petrus menegurnya dengan sangat keras serta memintanya bertobat. Syukurnya, Simon mendengarkan teguran itu.
Ketika seseorang melihat suatu pengalaman iman, ia bisa saja memahaminya secara berbeda serta mengaitkannya dengan pengalamannya di masa lalu. Itulah sebabnya diperlukan pengajaran yang benar sesuai firman Tuhan agar mereka tidak menafsirkannya secara sembarangan. Perlu diberikan penjelasan yang membuat mereka mengerti apa yang sedang terjadi. Tanpa memahami ajaran yang benar, seseorang dapat melenceng dari firman Tuhan serta tersesat. Karenanya, kita sungguh-sungguh perlu belajar, juga mengerti serta mengajarkan pemahaman yang benar seturut firman-Nya. --HT/www.renunganharian.net
TANPA BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMAHAMI FIRMAN TUHAN, KITA AKAN MELANGKAH SEMBARANGAN MENUJU PADA KESESATAN.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.