EN ID

Renungan Harian

SENTUHAN LUMPUR YANG MENCELIKKAN

24 August 2026

Baca: YOHANES 9


Bacaan tahunan: Yeremia 42-45

Saat menghadapi penderitaan, kita cenderung sering sibuk bertanya, "Siapa yang salah?" Padahal tidak semua kejadian buruk yang menimpa dikarenakan ada dosa yang dilakukan. Oleh sebab itu, Yesus menunjukkan bahwa kegelapan hidup bukanlah tempat kutukan, melainkan panggung bagi pekerjaan Allah. Masalah kita bukanlah karena kurangnya informasi tentang Tuhan, melainkan "kebutaan hati"-keengganan kita mengenali kehadiran-Nya di tengah pergumulan. Di mana dunia melihat kegagalan, di situ Yesus datang membawa kemenangan sebagai Terang yang memulihkan.

Pemulihan yang Yesus lakukan kepada orang buta itu tidak terjadi seketika melalui sabda-Nya. Yesus memakai sarana untuk menyembuhkan. Lewat lumpur dan ludah, Yesus bertindak sebagai Sang Pencipta yang membentuk kembali bagian hidup kita yang rusak, persis seperti saat Allah menciptakan Adam dari debu tanah. Dia tidak sekadar memberi pelajaran, tapi memberikan sentuhan langsung pada bagian yang paling hina dalam diri kita untuk memulihkan gambar Allah yang retak. Meski cara Tuhan sering terasa tidak masuk akal, percayalah bahwa tangan-Nya sedang merajut identitas baru bagi Anda dari dalam ke luar.

Puncak keajaiban ini menuntut ketaatan tanpa melihat. Seperti si buta yang harus meraba-raba menuju kolam Siloam dengan lumpur di matanya, kita pun dipanggil untuk melangkah sebelum melihat bukti. Ketaatan sepenuh hati kepada Allah adalah kunci yang membuka mata rohani. Saat kita bersedia mematuhi perintah-Nya, pemulihan total pun terjadi. Yakinlah, Yesus sanggup mengubah kegelapan hidup kita menjadi terang pujian bagi-Nya. --DSK/www.renunganharian.net
KEGELAPAN BUKAN LAGI KUTUKAN, TAPI JALAN-NYA UNTUK MEMULIHKANMU.

Komentar

Login terlebih dahulu untuk berkomentar
Alkitabku

Masuk untuk berkomentar

Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.

Pengaturan Baca