Renungan Harian
TAK SELAMANYA DIAM
20 October 2026
Banyak orang mengira jika diamnya Tuhan berarti Ia tidak bertindak. Ketika kejahatan tampak dibiarkan, ketika ketidakadilan terus terjadi, acapkali muncul pertanyaan, "Apakah Tuhan peduli?" Kita pun kadang memikirkan pertanyaan yang sama. Pada zaman Nabi Nahum, misalnya, bangsa Asyur, khususnya Niniwe, hidup dalam kekerasan dan kesombongan. Mereka menindas bangsa lain, termasuk umat Tuhan. Namun, mengapa Tuhan seolah membiarkan keadaan itu?
Nahum membawa pesan bahwa Tuhan itu panjang sabar, tetapi tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah. Ada dua sisi karakter Tuhan yang Nahum coba tunjukkan, yaitu kesabaran dan keadilan. Tuhan bukanlah pribadi yang mudah murka, Ia memberi waktu. Ia menunggu. Ia membuka kesempatan untuk bertobat. Jadi, kesabaran Tuhan bukan berarti Ia diam dan menutup mata.
Sejujurnya, kita kerap salah memahami kesabaran Tuhan. Lalu kita merasa aman sekalipun hidup dalam dosa karena merasa Tuhan tidak akan bertindak. Di sisi lain, saat kita menjadi korban ketidakadilan, kita mudah kehilangan harapan karena Tuhan tampak diam. Namun, Nahum mengingatkan bahwa sejatinya Tuhan tidak pernah abai. Ia melihat, Ia menilai. Dan pada waktunya, Ia bertindak dengan adil.
Kita pun akhirnya belajar memahami bahwa bagi orang yang hidup dalam kebenaran, ini adalah penghiburan. Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan sendiri adalah hakim yang adil. Namun, bagi kita, ini juga menjadi peringatan: jangan bermain-main dengan dosa hanya karena menganggap Tuhan masih diam. --SYS/www.renunganharian.net
Nahum membawa pesan bahwa Tuhan itu panjang sabar, tetapi tidak sekali-kali membebaskan orang yang bersalah. Ada dua sisi karakter Tuhan yang Nahum coba tunjukkan, yaitu kesabaran dan keadilan. Tuhan bukanlah pribadi yang mudah murka, Ia memberi waktu. Ia menunggu. Ia membuka kesempatan untuk bertobat. Jadi, kesabaran Tuhan bukan berarti Ia diam dan menutup mata.
Sejujurnya, kita kerap salah memahami kesabaran Tuhan. Lalu kita merasa aman sekalipun hidup dalam dosa karena merasa Tuhan tidak akan bertindak. Di sisi lain, saat kita menjadi korban ketidakadilan, kita mudah kehilangan harapan karena Tuhan tampak diam. Namun, Nahum mengingatkan bahwa sejatinya Tuhan tidak pernah abai. Ia melihat, Ia menilai. Dan pada waktunya, Ia bertindak dengan adil.
Kita pun akhirnya belajar memahami bahwa bagi orang yang hidup dalam kebenaran, ini adalah penghiburan. Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan. Tuhan sendiri adalah hakim yang adil. Namun, bagi kita, ini juga menjadi peringatan: jangan bermain-main dengan dosa hanya karena menganggap Tuhan masih diam. --SYS/www.renunganharian.net
KESABARAN TUHAN ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERUBAH DAN BERTOBAT, BUKAN ALASAN UNTUK MENUNDA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.