Renungan Harian
TAK MASUK AKAL
04 November 2026
Umumnya, kita berdoa dengan harapan supaya masalah cepat selesai, jalan diluruskan, dan keadilan ditegakkan. Namun, kenyataannya tidak jarang yang terjadi justru sebaliknya. Situasi menjadi lebih rumit, jawaban terasa jauh, dan Tuhan seolah bekerja dengan cara yang tidak kita mengerti. Pengalaman inilah yang juga dialami oleh Habakuk ketika ia melihat ketidakadilan merajalela di zamannya.
Habakuk berteriak kepada Tuhan karena kekerasan dan kejahatan yang tak kunjung dihentikan. Namun, jawaban Tuhan justru mengejutkan. Tuhan menyatakan bahwa Ia sedang bekerja, tetapi dengan cara yang tidak dapat dipahami manusia. Ia justru memakai bangsa Babel, yang lebih kejam, sebagai alat penghukuman. Tentu ini bukan jawaban yang menenangkan. Jawaban Tuhan terdengar membingungkan dan mengguncang iman. Secara tidak langsung, Tuhan mendidik Habakuk untuk memahami bahwa Tuhan tidak selalu bekerja sesuai logika atau harapannya. Iman yang dewasa tidak dibangun saat semua berjalan sesuai keinginan, tetapi justru ketika ia tetap percaya meskipun cara Tuhan tampak tidak masuk akal dan sulit diterima.
Kita mudah meluapkan amarah ketika doa tidak dijawab seperti yang diharapkan atau ketika jalan Tuhan tampak tidak masuk akal. Namun, hari ini kita diajar untuk tidak hanya mencari jawaban, tetapi memercayai Pribadi yang memegang jawaban tersebut. Memercayai Tuhan bukan berarti kita selalu mengerti rencana-Nya, tetapi manakala kita tetap berjalan bersama-Nya, bahkan ketika Ia memberi jawaban di luar pemahaman kita. --SYS/www.renunganharian.net
Habakuk berteriak kepada Tuhan karena kekerasan dan kejahatan yang tak kunjung dihentikan. Namun, jawaban Tuhan justru mengejutkan. Tuhan menyatakan bahwa Ia sedang bekerja, tetapi dengan cara yang tidak dapat dipahami manusia. Ia justru memakai bangsa Babel, yang lebih kejam, sebagai alat penghukuman. Tentu ini bukan jawaban yang menenangkan. Jawaban Tuhan terdengar membingungkan dan mengguncang iman. Secara tidak langsung, Tuhan mendidik Habakuk untuk memahami bahwa Tuhan tidak selalu bekerja sesuai logika atau harapannya. Iman yang dewasa tidak dibangun saat semua berjalan sesuai keinginan, tetapi justru ketika ia tetap percaya meskipun cara Tuhan tampak tidak masuk akal dan sulit diterima.
Kita mudah meluapkan amarah ketika doa tidak dijawab seperti yang diharapkan atau ketika jalan Tuhan tampak tidak masuk akal. Namun, hari ini kita diajar untuk tidak hanya mencari jawaban, tetapi memercayai Pribadi yang memegang jawaban tersebut. Memercayai Tuhan bukan berarti kita selalu mengerti rencana-Nya, tetapi manakala kita tetap berjalan bersama-Nya, bahkan ketika Ia memberi jawaban di luar pemahaman kita. --SYS/www.renunganharian.net
IMAN SEJATI BERTUMBUH BUKAN SAAT KITA MEMAHAMI JALAN TUHAN, TETAPI SAAT KITA TETAP PERCAYA MESKI TIDAK MEMAHAMINYA.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.