Renungan Harian
MAJU MESKI RAGU
03 November 2026
Keraguan sering dianggap sebagai lawan iman. Akibatnya, banyak orang merasa tidak layak dipakai Tuhan karena masih bergumul dengan rasa takut dan bimbang. Namun, Alkitab menunjukkan bahwa keraguan tidak selalu menjadi akhir perjalanan rohani. Justru di tangan Tuhan, keraguan dapat menjadi awal pertumbuhan iman.
Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menjumpai kesebelas murid-Nya di sebuah bukit di Galilea. Matius mencatat sesuatu yang sangat jujur: mereka menyembah Yesus, tetapi beberapa masih ragu (ay. 17). Dalam budaya Yahudi, seorang murid yang masih bimbang biasanya dianggap belum siap menerima tanggung jawab besar. Namun, Yesus tidak menegur atau menolak mereka. Sebaliknya, Ia memercayakan Amanat Agung kepada orang-orang yang imannya masih sedang bertumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa dasar pelayanan bukanlah kesempurnaan manusia, melainkan otoritas Kristus yang bangkit dan penyertaan-Nya yang kekal (ay. 18-20).
Menariknya, keraguan para murid muncul di antara penyembahan dan pengutusan. Mereka belum memahami semuanya, tetapi tetap datang kepada Yesus. Dari sinilah iman mereka dikuatkan. Tuhan tidak mencari orang yang tidak pernah ragu, melainkan hati yang mau tetap datang, percaya, dan taat kepada-Nya.
Mungkin hari ini kita masih menyimpan pertanyaan, ketakutan, atau kebimbangan. Jangan biarkan semuanya menghentikan langkah kita. Serahkan setiap keraguan kepada Tuhan. Ketika kita tetap melangkah bersama-Nya, Dia akan mengubah keraguan menjadi iman yang semakin teguh dan hidup yang memuliakan nama-Nya. --RCM/www.renunganharian.net
Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menjumpai kesebelas murid-Nya di sebuah bukit di Galilea. Matius mencatat sesuatu yang sangat jujur: mereka menyembah Yesus, tetapi beberapa masih ragu (ay. 17). Dalam budaya Yahudi, seorang murid yang masih bimbang biasanya dianggap belum siap menerima tanggung jawab besar. Namun, Yesus tidak menegur atau menolak mereka. Sebaliknya, Ia memercayakan Amanat Agung kepada orang-orang yang imannya masih sedang bertumbuh. Hal ini menunjukkan bahwa dasar pelayanan bukanlah kesempurnaan manusia, melainkan otoritas Kristus yang bangkit dan penyertaan-Nya yang kekal (ay. 18-20).
Menariknya, keraguan para murid muncul di antara penyembahan dan pengutusan. Mereka belum memahami semuanya, tetapi tetap datang kepada Yesus. Dari sinilah iman mereka dikuatkan. Tuhan tidak mencari orang yang tidak pernah ragu, melainkan hati yang mau tetap datang, percaya, dan taat kepada-Nya.
Mungkin hari ini kita masih menyimpan pertanyaan, ketakutan, atau kebimbangan. Jangan biarkan semuanya menghentikan langkah kita. Serahkan setiap keraguan kepada Tuhan. Ketika kita tetap melangkah bersama-Nya, Dia akan mengubah keraguan menjadi iman yang semakin teguh dan hidup yang memuliakan nama-Nya. --RCM/www.renunganharian.net
TUHAN TIDAK MENUNGGU KITA SEMPURNA UNTUK DIPAKAI-NYA. IA MENGAJAK KITA MAJU MESKI KITA RAGU.


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.