Renungan Harian
DIA MENYERTAI KITA!
02 October 2026
Alih kepemimpinan dari Musa kepada Yosua meninggalkan sebuah lubang ketakutan yang nyata di hati Yosua. Yosua menghadapi beban yang hampir-hampir mustahil: memimpin bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian yang penuh musuh dan kota bertembok. Dalam kelemahan manusiawinya itulah Tuhan tidak menyalahkannya. Sebaliknya, Ia datang mendekat dan berfirman, "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu ... sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau" (ay. 9). Tuhan memahami ketakutan Yosua, bukan menghakimi. Tiga kali Allah mengatakan hal yang sama kepada Yosua (ay. 6-7, 9) untuk menolongnya melewati ketakutan dalam hidupnya.
Janji penyertaan Tuhan bagi Yosua itu menemukan penggenapannya yang paling sempurna dalam diri Yesus Kristus. Jika bagi Yosua penyertaan Tuhan seperti sebuah janji yang dipegang dari jauh, bagi kita, penyertaan itu adalah Pribadi Yesus sendiri yang tinggal di dalam hati kita oleh Roh Kudus. Ia datang untuk "menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:20). Inilah fondasi keberanian kita yang sejati. Singkatnya, Yosua berpegang pada sebuah janji, tetapi kita melekat pada Sang Pemberi Janji itu sendiri.
Jadi, di tengah segala kekhawatiran di masa kini, pandanglah kepada Kristus karena Ia adalah sumber kekuatan kita. Kematian dan kebangkitan-Nya telah meruntuhkan tembok ketakutan kita yang terbesar, yaitu maut dan dosa. Jika Ia yang menyertai kita, siapakah yang akan melawan kita (Rm. 8:31)? Hari ini, jalanilah hidup dan hadapilah setiap ketakutan bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan beriman kepada Kristus yang telah menang dan kini menyertai kita untuk selamanya! --DSK/www.renunganharian.net
Janji penyertaan Tuhan bagi Yosua itu menemukan penggenapannya yang paling sempurna dalam diri Yesus Kristus. Jika bagi Yosua penyertaan Tuhan seperti sebuah janji yang dipegang dari jauh, bagi kita, penyertaan itu adalah Pribadi Yesus sendiri yang tinggal di dalam hati kita oleh Roh Kudus. Ia datang untuk "menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:20). Inilah fondasi keberanian kita yang sejati. Singkatnya, Yosua berpegang pada sebuah janji, tetapi kita melekat pada Sang Pemberi Janji itu sendiri.
Jadi, di tengah segala kekhawatiran di masa kini, pandanglah kepada Kristus karena Ia adalah sumber kekuatan kita. Kematian dan kebangkitan-Nya telah meruntuhkan tembok ketakutan kita yang terbesar, yaitu maut dan dosa. Jika Ia yang menyertai kita, siapakah yang akan melawan kita (Rm. 8:31)? Hari ini, jalanilah hidup dan hadapilah setiap ketakutan bukan dengan mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan beriman kepada Kristus yang telah menang dan kini menyertai kita untuk selamanya! --DSK/www.renunganharian.net
JANGAN FOKUS PADA RASA TAKUTMU, PANDANGLAH YESUS!


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.