Renungan Harian
PERTANYAAN YANG TERLEWAT
04 August 2026
Kehidupan di kota-kota besar pada zaman Romawi berlangsung sangat sibuk. Banyak orang lalu-lalang melakukan urusan mereka masing-masing. Kota Efesus pun demikian. Sebagai kota pelabuhan yang penting, aktivitas perdagangan dan kehidupan sosial berlangsung tanpa henti. Orang sangat sibuk menjalani hari. Namun, belum tentu menyadari dan memahami arah hidup mereka.
Maka, Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus agar hidup dengan hati-hati dan bijaksana. Ia mengingatkan mereka supaya menggunakan waktu dengan baik, karena hari-hari ini adalah jahat (ay. 16). Lebih dari itu, ia menyampaikan nasihat inti: orang percaya harus berusaha mengerti kehendak Tuhan (ay. 17). Sebab, tanpa itu, kesibukan hidup bisa membuat mereka terlena, tak menuju tujuan yang tepat dan benar.
Dalam kehidupan sehari-hari, itu sering terjadi. Kita bertanya mengenai banyak hal: apa yang harus saya kerjakan? Bagaimana caranya agar berhasil? Langkah mana yang paling menguntungkan? Namun, satu pertanyaan sederhana sering terlewat: apakah ini kehendak Tuhan? Padahal, pertanyaan ini justru amat menentukan arah hidup kita.
Begitulah, ternyata hikmat rohani bukan hanya soal kecerdasan. Melainkan, perihal kesediaan seseorang untuk bertanya kepada Tuhan tentang arah hidupnya. Sehingga, ia makin mengerti kehendak Tuhan baginya. Maka, setiap kali kita membuat keputusan penting, sebaiknya tak hanya mendasarkan diri pada asa dan cita. Biasakan juga bertanya: apakah ini kehendak Tuhan? Dengan demikian, kita makin mengerti kehendak-Nya bagi hidup kita. Demikian pula, kita terhindar dari aneka keputusan dan tindakan bodoh. --SAP/www.renunganharian.net
Maka, Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus agar hidup dengan hati-hati dan bijaksana. Ia mengingatkan mereka supaya menggunakan waktu dengan baik, karena hari-hari ini adalah jahat (ay. 16). Lebih dari itu, ia menyampaikan nasihat inti: orang percaya harus berusaha mengerti kehendak Tuhan (ay. 17). Sebab, tanpa itu, kesibukan hidup bisa membuat mereka terlena, tak menuju tujuan yang tepat dan benar.
Dalam kehidupan sehari-hari, itu sering terjadi. Kita bertanya mengenai banyak hal: apa yang harus saya kerjakan? Bagaimana caranya agar berhasil? Langkah mana yang paling menguntungkan? Namun, satu pertanyaan sederhana sering terlewat: apakah ini kehendak Tuhan? Padahal, pertanyaan ini justru amat menentukan arah hidup kita.
Begitulah, ternyata hikmat rohani bukan hanya soal kecerdasan. Melainkan, perihal kesediaan seseorang untuk bertanya kepada Tuhan tentang arah hidupnya. Sehingga, ia makin mengerti kehendak Tuhan baginya. Maka, setiap kali kita membuat keputusan penting, sebaiknya tak hanya mendasarkan diri pada asa dan cita. Biasakan juga bertanya: apakah ini kehendak Tuhan? Dengan demikian, kita makin mengerti kehendak-Nya bagi hidup kita. Demikian pula, kita terhindar dari aneka keputusan dan tindakan bodoh. --SAP/www.renunganharian.net
MENGERTI KEHENDAK TUHAN ADALAH HAL YANG PALING PENTING. MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN ADALAH PENCAPAIAN TERBESAR. -GEORGE W. TRUETT


Komentar
Masuk untuk berkomentar
Untuk menulis komentar, Anda harus masuk terlebih dahulu.
To post a comment, you need to sign in first.