Tentara Kecil Gideon
Tentara Kecil Gideon
Setelah Yosua meninggal, bangsa Israel berulang kali meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. Karena ketidaktaatan mereka, Allah mengizinkan bangsa Midian menindas Israel selama bertahun-tahun. Setiap kali musim panen tiba, orang Midian datang merampas hasil bumi, membakar ladang dan rumah-rumah, sehingga orang Israel terpaksa bersembunyi di gua-gua dan pegunungan.
Di tengah keadaan yang sulit itu, Allah memanggil seorang yang sederhana bernama Gideon. Meskipun merasa lemah dan tidak layak, Gideon percaya kepada Tuhan dan bersedia melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Ketika Gideon mengumpulkan pasukan untuk melawan orang Midian, Allah justru mengurangi jumlah tentaranya hingga hanya tersisa tiga ratus orang. Melalui pasukan yang kecil itu, Allah menunjukkan bahwa kemenangan bukan berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari kuasa-Nya.
Dengan membawa sangkakala, buyung, dan suluh, Gideon dan ketiga ratus orang itu menaati perintah Tuhan. Allah membuat pasukan Midian menjadi kacau sehingga mereka saling menyerang dan melarikan diri. Bangsa Israel memperoleh kemenangan yang besar karena pertolongan Tuhan.
Setelah peperangan berakhir, orang Israel meminta Gideon menjadi raja atas mereka. Namun Gideon menolak dengan berkata, "Aku tidak akan memerintah kamu... Tuhanlah yang akan memerintah kamu." Gideon menyadari bahwa hanya Allah yang layak menjadi Raja dan Penguasa atas umat-Nya.
Kisah ini mengajarkan bahwa Tuhan dapat memakai orang yang rendah hati untuk melakukan perkara-perkara besar, dan bahwa kemenangan sejati datang ketika kita percaya serta taat kepada-Nya.
Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam Hakim-hakim 2-8

