EN ID

Anak Yang Hilang

Anak yang Hilang

Suatu hari, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya. Namun, para pemimpin agama Yahudi mulai mengeluh karena Yesus mau menerima dan makan bersama mereka. Untuk menjelaskan betapa besar kasih dan pengampunan Allah, Yesus menceritakan tiga perumpamaan yang menunjukkan sukacita di surga ketika seorang berdosa bertobat.

Perumpamaan yang pertama adalah tentang seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba. Ketika seekor domba tersesat, ia meninggalkan sembilan puluh sembilan domba lainnya di tempat yang aman dan pergi mencari domba yang hilang itu sampai menemukannya. Dengan penuh sukacita ia menggendong domba itu pulang dan mengajak teman-temannya bersukacita. Yesus berkata bahwa demikian juga ada sukacita besar di surga ketika satu orang berdosa bertobat.

Perumpamaan yang kedua menceritakan seorang perempuan yang mempunyai sepuluh keping uang perak. Ketika satu keping hilang, ia menyalakan pelita, menyapu seluruh rumah, dan mencarinya dengan tekun sampai menemukannya. Setelah berhasil menemukannya, ia memanggil teman-temannya untuk ikut bersukacita. Yesus mengajarkan bahwa para malaikat Allah juga bersukacita ketika seorang berdosa berbalik kepada Tuhan.

Kemudian Yesus menceritakan perumpamaan yang paling mengharukan, yaitu tentang seorang anak yang hilang. Seorang ayah mempunyai dua orang anak. Anak bungsunya meminta bagian warisan yang seharusnya baru diterima setelah ayahnya meninggal. Setelah menerima warisan itu, ia pergi ke negeri yang jauh dan menghabiskan seluruh hartanya untuk hidup berfoya-foya.

Tidak lama kemudian terjadi bencana kelaparan. Anak itu menjadi sangat miskin hingga harus bekerja memberi makan babi. Ia begitu lapar sehingga ingin memakan makanan babi, tetapi tidak seorang pun menolongnya. Saat itulah ia sadar bahwa ia telah berdosa terhadap Allah dan ayahnya. Dengan rendah hati ia memutuskan pulang dan berharap diterima sebagai salah satu pelayan ayahnya.

Ketika anak itu masih jauh dari rumah, ayahnya sudah melihatnya. Dengan penuh kasih, sang ayah berlari menyambut, memeluk, dan menciumnya. Anak itu mengakui dosanya, tetapi ayahnya segera memerintahkan para pelayan untuk mengenakan jubah yang terbaik, memasangkan cincin di jarinya, sandal di kakinya, dan mengadakan pesta besar. Sang ayah berkata, "Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

Namun, anak sulung menjadi marah karena merasa ayahnya tidak adil. Ayahnya menjelaskan bahwa sudah sepatutnya mereka bersukacita, karena saudara yang telah hilang kini telah kembali.

Melalui ketiga perumpamaan ini, Yesus mengajarkan bahwa Allah sangat mengasihi setiap orang yang berdosa dan selalu membuka tangan-Nya bagi siapa saja yang mau bertobat. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni jika seseorang datang kepada Tuhan dengan hati yang menyesal dan percaya kepada-Nya. Di surga ada sukacita yang besar setiap kali seorang berdosa kembali kepada Allah.

Kisah ini mengajarkan bahwa kasih Allah tidak pernah berhenti mencari mereka yang tersesat. Seperti seorang gembala mencari dombanya, seorang perempuan mencari uangnya yang hilang, dan seorang ayah menyambut anaknya yang pulang, demikian pula Allah dengan penuh kasih menerima setiap orang yang bertobat.

Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam Lukas 15.

Anak Yang Hilang - 1
Anak Yang Hilang - 2
Anak Yang Hilang - 3
Anak Yang Hilang - 4
Anak Yang Hilang - 5
Anak Yang Hilang - 6
Anak Yang Hilang - 7
Anak Yang Hilang - 8
Anak Yang Hilang - 9
Anak Yang Hilang - 10
Anak Yang Hilang - 11
Anak Yang Hilang - 12
Anak Yang Hilang - 13
Anak Yang Hilang - 14
Anak Yang Hilang - 15
Anak Yang Hilang - 16
Anak Yang Hilang - 17
Anak Yang Hilang - 18
1 / 18
Kembali ke rak buku

Pengaturan Baca