EN ID

Seorang Utusan Tuhan

Seorang Utusan Tuhan

Jauh sebelum Tuhan Yesus memulai pelayanan-Nya, Allah telah mempersiapkan seorang utusan untuk membuka jalan bagi Sang Mesias. Utusan itu adalah Yohanes Pembaptis.

Ayah Yohanes bernama Zakharia, seorang imam, dan ibunya bernama Elisabet. Mereka adalah orang-orang yang hidup benar di hadapan Tuhan, tetapi telah lama tidak mempunyai anak karena usia mereka sudah sangat tua. Suatu hari, ketika Zakharia sedang melayani di Bait Allah, malaikat Gabriel menampakkan diri kepadanya. Malaikat itu memberitakan bahwa Elisabet akan melahirkan seorang anak laki-laki yang harus diberi nama Yohanes. Ia akan dipenuhi Roh Kudus sejak dalam kandungan dan akan mempersiapkan hati banyak orang untuk menyambut kedatangan Tuhan.

Karena sulit mempercayai kabar itu, Zakharia menjadi tidak dapat berbicara sampai janji Tuhan digenapi. Beberapa waktu kemudian, Elisabet benar-benar melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika bayi itu diberi nama Yohanes, seperti yang diperintahkan Allah, Zakharia dapat berbicara kembali dan memuji Tuhan. Semua orang takjub melihat bagaimana Tuhan berkarya dalam kehidupan anak itu.

Setelah dewasa, Yohanes tinggal di padang gurun. Ia mengenakan pakaian dari bulu unta dengan ikat pinggang kulit, dan makan belalang serta madu hutan. Yohanes memberitakan kepada banyak orang agar bertobat dari dosa dan kembali kepada Allah. Ia membaptis mereka di Sungai Yordan sebagai tanda pertobatan. Kepada setiap orang, Yohanes berkata bahwa akan datang Seorang yang jauh lebih besar daripadanya, yaitu Mesias yang dijanjikan Allah.

Suatu hari, Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis. Ketika Yesus keluar dari air, Roh Kudus turun seperti burung merpati, dan terdengar suara dari surga yang berkata, "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." Yohanes bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.

Yohanes juga berani menegur Raja Herodes Antipas karena mengambil Herodias, istri saudaranya, sebagai istrinya sendiri. Teguran itu membuat Herodias sangat membenci Yohanes. Herodes akhirnya menangkap Yohanes dan memasukkannya ke dalam penjara.

Pada hari ulang tahun Herodes, anak perempuan Herodias menari di hadapan para tamu sehingga Herodes sangat senang. Ia berjanji akan memberikan apa pun yang diminta gadis itu. Atas hasutan ibunya, gadis itu meminta kepala Yohanes Pembaptis di atas sebuah talam. Meskipun Herodes sebenarnya enggan, ia tetap menepati sumpahnya di depan para tamunya. Yohanes pun dipenggal di dalam penjara, dan kepalanya diberikan kepada gadis itu. Murid-murid Yohanes kemudian mengambil jenazahnya dan menguburkannya.

Yohanes Pembaptis tetap setia kepada Tuhan sampai akhir hidupnya. Ia tidak pernah mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi selalu mengarahkan orang kepada Yesus Kristus. Keberanian dan kesetiaannya menjadi teladan bahwa seorang hamba Tuhan harus tetap memegang kebenaran, sekalipun harus menghadapi penderitaan.

Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam Lukas 1, Lukas 3, Matius 3; 14:1-12, dan Markus 1:1-11; 6:14-29.

Seorang Utusan Tuhan - 1
Seorang Utusan Tuhan - 2
Seorang Utusan Tuhan - 3
Seorang Utusan Tuhan - 4
Seorang Utusan Tuhan - 5
Seorang Utusan Tuhan - 6
Seorang Utusan Tuhan - 7
Seorang Utusan Tuhan - 8
Seorang Utusan Tuhan - 9
Seorang Utusan Tuhan - 10
Seorang Utusan Tuhan - 11
Seorang Utusan Tuhan - 12
Seorang Utusan Tuhan - 13
Seorang Utusan Tuhan - 14
Seorang Utusan Tuhan - 15
Seorang Utusan Tuhan - 16
Seorang Utusan Tuhan - 17
Seorang Utusan Tuhan - 18
Seorang Utusan Tuhan - 19
Seorang Utusan Tuhan - 20
Seorang Utusan Tuhan - 21
1 / 21
Kembali ke rak buku

Pengaturan Baca