Daud Sang Raja (Bagian 2)
Daud Sang Raja (Bagian 2)
Setelah Daud diurapi menjadi raja atas suku Yehuda dan memerintah di Hebron, suku-suku Israel yang lain mengangkat Isyboset, putra Saul, menjadi raja. Selama bertahun-tahun terjadi perang di antara kedua kerajaan. Namun, Tuhan terus menyertai Daud, sehingga kerajaannya semakin kuat. Akhirnya Isyboset meninggal, dan seluruh tua-tua Israel datang untuk mengurapi Daud sebagai raja atas seluruh Israel.
Sebagai raja, Daud memimpin bangsanya dengan bijaksana. Ia menjadikan Yerusalem sebagai ibu kota kerajaan dan membawa Tabut Perjanjian ke kota itu sebagai lambang kehadiran Allah di tengah umat-Nya. Tuhan memberkati Daud dan memberikan kemenangan atas banyak musuhnya.
Namun, di tengah keberhasilannya, Daud jatuh ke dalam dosa. Ia mengambil Batsyeba, istri Uria, lalu berusaha menutupi kesalahannya dengan mengatur agar Uria gugur dalam peperangan. Perbuatan itu sangat menyedihkan hati Tuhan. Melalui nabi Natan, Allah menegur Daud. Daud mengakui dosanya dengan sungguh-sungguh dan bertobat. Tuhan mengampuninya, tetapi Daud tetap harus menanggung akibat dari dosanya.
Sejak saat itu, berbagai penderitaan terjadi di dalam keluarganya. Perselisihan, pemberontakan, dan kesedihan menimpa rumah tangga Daud melalui anak-anaknya sendiri. Meskipun demikian, Allah tetap setia pada janji-Nya. Setelah anak pertama Daud dan Batsyeba meninggal, Tuhan mengaruniakan seorang putra lagi yang diberi nama Salomo, yang kelak dipilih Allah untuk menjadi raja menggantikan Daud.
Kisah Daud mengajarkan bahwa bahkan orang yang mengasihi Tuhan dapat jatuh ke dalam dosa. Namun, Allah menghendaki pertobatan yang sungguh-sungguh. Ia mengampuni orang yang bertobat, meskipun setiap dosa tetap membawa akibat. Di atas semuanya itu, kasih dan kesetiaan Allah tetap dinyatakan untuk menggenapi rencana-Nya.
Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam 2 Samuel 2--20; 1 Tawarikh 11-17

