EN ID

Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat

Raja yang Baik, Raja yang Jahat

Setelah kerajaan Israel terpecah, bangsa Yehuda dipimpin oleh banyak raja. Ada raja-raja yang mengasihi Tuhan dan berusaha menaati firman-Nya, tetapi ada juga yang memilih meninggalkan Allah dan membawa bangsa itu kepada penyembahan berhala. Kehidupan bangsa Yehuda sering kali mengikuti teladan rajanya.

Di antara mereka, Raja Hizkia adalah seorang raja yang baik. Ia menghancurkan berhala-berhala, membuka kembali Bait Allah, dan mengajak seluruh bangsa kembali beribadah kepada Tuhan. Karena kepercayaannya kepada Allah, Tuhan menyelamatkan Yehuda dari musuh-musuhnya dan memberkati pemerintahannya.

Namun, setelah Hizkia meninggal, putranya Manasye menjadi raja. Manasye melakukan banyak kejahatan di hadapan Tuhan. Ia membangun kembali tempat-tempat penyembahan berhala, menyembah ilah-ilah asing, bahkan menyesatkan bangsa Yehuda untuk berbuat lebih jahat daripada bangsa-bangsa yang pernah diusir Allah dari Tanah Perjanjian. Karena dosanya, Allah membiarkan Manasye ditawan ke Babel. Di sana ia merendahkan diri dan bertobat. Tuhan mendengar doanya, mengampuninya, dan mengizinkannya kembali memerintah di Yerusalem. Sejak itu Manasye berusaha mengajak rakyatnya kembali menyembah Tuhan.

Beberapa waktu kemudian, Raja Yosia naik takhta ketika usianya masih sangat muda. Ia mencari Tuhan dengan segenap hatinya dan melakukan pembaruan besar di seluruh negeri. Ketika Bait Allah diperbaiki, Kitab Taurat ditemukan kembali. Setelah mendengar firman Tuhan dibacakan, Yosia menyadari betapa jauhnya bangsa itu telah menyimpang. Ia merobek pakaiannya sebagai tanda pertobatan, memperbarui perjanjian dengan Tuhan, menghancurkan berhala-berhala, dan memimpin bangsa itu kembali menaati firman Allah. Pada zamannya, bangsa Yehuda kembali merayakan Paskah dengan sukacita.

Sayangnya, setelah Yosia meninggal, raja-raja yang memerintah berikutnya kembali melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Bangsa Yehuda terus menolak peringatan para nabi. Akhirnya, seperti yang telah diperingatkan Allah, Yerusalem ditaklukkan oleh Babel, Bait Allah dihancurkan, dan banyak orang dibawa sebagai tawanan. Bangsa itu belajar bahwa Tuhan selalu setia pada janji-Nya, baik dalam memberkati ketaatan maupun menghukum ketidaktaatan.

Namun, kisah itu bukanlah akhir dari rencana Allah. Para nabi telah menubuatkan bahwa suatu hari nanti akan datang seorang Raja yang berbeda dari semua raja di bumi. Dialah Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan. Dialah Yesus Kristus. Ia datang bukan hanya untuk memerintah atas Israel, tetapi untuk menjadi Raja atas seluruh bumi. Kerajaan-Nya penuh dengan kebenaran, damai sejahtera, kasih, dan tidak akan pernah berakhir.

Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam 2 Tawarikh 29-36.

Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 1
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 2
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 3
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 4
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 5
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 6
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 7
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 8
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 9
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 10
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 11
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 12
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 13
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 14
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 15
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 16
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 17
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 18
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 19
Raja Yang Baik, Raja Yang Jahat - 20
1 / 20
Kembali ke rak buku

Pengaturan Baca