Raja Salomo Yang Bijaksana
Raja Salomo Yang Bijaksana
Ketika Raja Daud telah lanjut usia dan kesehatannya semakin menurun, putranya, Adonia, berusaha merebut takhta dan mengangkat dirinya sendiri menjadi raja. Namun, sesuai dengan janji Allah dan pesan Daud, nabi Natan dan imam Zadok mengurapi Salomo sebagai raja Israel. Dengan demikian, Salomo naik takhta sebagai raja yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya.
Pada awal pemerintahannya, Salomo mengasihi Tuhan dan memohon hikmat agar dapat memimpin bangsa Israel dengan baik. Allah berkenan kepada permintaannya dan mengaruniakan hikmat yang luar biasa, bahkan disertai kekayaan dan kehormatan. Hikmat Salomo menjadi terkenal di banyak negeri.
Salah satu peristiwa yang paling terkenal adalah ketika dua orang perempuan datang membawa seorang bayi dan masing-masing mengaku sebagai ibunya. Dengan hikmat yang diberikan Allah, Salomo dapat mengetahui siapa ibu yang sebenarnya. Seluruh Israel kagum karena melihat bahwa Allah telah memberikan kebijaksanaan kepada rajanya.
Salomo juga membangun Bait Allah yang megah di Yerusalem, sebagai tempat bangsa Israel beribadah kepada Tuhan. Setelah bait itu selesai, Salomo memimpin doa pentahbisannya, dan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Allah sebagai tanda bahwa Allah berkenan tinggal di tengah umat-Nya.
Namun, ketika usianya semakin tua, Salomo tidak lagi sepenuhnya setia kepada Tuhan. Ia mempunyai banyak istri dari bangsa-bangsa lain, dan mereka mempengaruhi hatinya untuk mengikuti allah-allah asing. Salomo mendirikan tempat-tempat penyembahan berhala dan tidak lagi menaati Tuhan dengan segenap hatinya seperti Daud, ayahnya.
Karena ketidaktaatan itu, Tuhan menyatakan melalui nabi-Nya bahwa kerajaan Israel akan dipecah. Demi janji-Nya kepada Daud, Allah tidak mengambil kerajaan itu pada masa hidup Salomo, tetapi setelah Salomo meninggal, kerajaan akan terbagi menjadi dua: Kerajaan Israel di utara dan Kerajaan Yehuda di selatan. Dengan demikian, bangsa Israel mengalami perpecahan sebagai akibat dari ketidaktaatan rajanya.
Kisah Salomo mengajarkan bahwa hikmat, kekayaan, dan keberhasilan tidak akan berarti jika hati kita menjauh dari Tuhan. Allah memberkati orang yang setia kepada-Nya, tetapi ketidaktaatan membawa akibat yang menyedihkan.
Satu cerita dari Firman Tuhan, Alkitab, yang terdapat dalam 1 Raja-raja 1-11 dan 2 Tawarikh 1-9

